Tamu Ramadhan

Perkenalan

Halo, salam kenal.

Aku datang ke ambang pintumu.

Aku tidak mengetuk; aku masuk, memadamkan kompormu, menjauhi gelas dari bibirmu, menunjukan jam besar tepat di wajahmu.
Aku datang memberitahumu kalau kamu bukanlah anak kecil.

Bunyi perutmu jawabannya tidak selalu makan, kadang juga lapar dan derita itu jawabannya.

Aku juga ingin memisahkanmu dari apa yang kau anggap kebutuhan.

Aku khawatir kamu hanyalah tumpukan keinginan yang mewujud.

Di sisi lain, aku ingin memelukmu dengan hangat. Sehangat kolak pisang di sore hari.

Aku ingin memelukmu, di sela sela ratap doa orang yang kerepotan.

Aku ingin memelukmu, sesalah apapun kamu hidup, pelukanku adalah tempat yang nyaman untuk pulang.

Ayo datang kepadaku, senakal apapun kamu, aku adalah yang menyisakan nasi hangat untukmu di malam nanti.

Perkenalkan, Aku Ramadhan!