diskursus.id mengusung satu tema besar: dunia dan seisinya. Artinya: semua boleh. Semua bisa. Semua pantas.
Kami membuka ruang bagi tulisan dari berbagai disiplin—atau dari yang tak merasa punya disiplin sekalipun. Dari bacaan yang ketat, seketat Lezing hingga yang sering menjadi obrolan warung kopi. Dari tulisan ilmiah ibarat jurnal yang bereputasi dan terindeks, esai filosofis, gugatan sosial, refleksi spiritual, kritik sastra, memoar personal, fiksi, puisi, bahkan ocehan yang terlalu panjang untuk dijadikan status di Whatsapp atau Facebook.
Agama? Boleh. Sains? Silakan. Politik, hukum, ekonomi, budaya, sejarah, cinta yang kandas, kenangan masa kecil, atau teori absurditas—semua kami sambut. Selama ditulis dengan jujur, pikir, dan tidak sedang malas berpikir.
Kami tidak menyembah KBBI, tidak patuh pada EYD, dan tidak takut pada PUEBI. Bahasa harus dipahami hanya sebagai alat, bukan borgol. Bentuklah ia sebebas-bebasnya sesuai kehendak. Tapi kalau kamu memang suka aturan, kami juga tidak keberatan—selama itu pilihanmu, bukan keterpaksaan.
Tulisan bisa di kirim ke: redaksidiskursusinstitute@gmail.com
Sertakan nama, biodata singkat, foto terbaik juga jangan lupa. Subjeknya buat saja “kirim tulisan”. Karena kami menyediakan rubriknya belakangan.
Kami bukan media besar. Kami hanya tempat kecil untuk suara-suara yang sering tak diberi tempat (oleh media besar tentunya). Tapi bukankah begitu perubahan selalu dimulai?



