Indonesia secara konstitusional menegaskan dirinya sebagai negara hukum. Prinsip ini mengandung konsekuensi bahwa hukum harus berdiri di atas kekuasaan, membatasi tindakan negara, serta menjamin kesetaraan setiap warga di hadapan aturan. Namun dalam praktik penegakan hukum, kerap terlihat jarak yang mengkhawatirkan ...

Setiap pagi, aku berdiri di depan kelas, memandang puluhan pasang mata yang baru saja selesai menunduk, merapal doa dengan khusyuk. Di negeri ini, Tuhan selalu dilibatkan dalam setiap pembukaan hari dan setiap awal pembelajaran. Namun, ironisnya, saat lembar ujian mulai ...

Hidup di dunia ini kadang mirip kayak main game RPG. Kita sibuk leveling lewat rutinitas harian: bangun pagi, terjebak macet, kerja demi angka di rekening, lalu tidur lagi. Di tengah kepungan aktivitas yang super padat itu, ada sebuah “tabir” bernama ritualitas ibadah. Masalahnya, ...

Mahasiswa dan mahasiswi lulusan pondok pesantren kerap merasakan kegelisahan ketika memasuki dunia kampus yang memiliki pola pergaulan berbeda dari kehidupan di pesantren. Di pesantren, interaksi antara laki-laki dan perempuan sangat dibatasi, bahkan sering kali dipisahkan secara tegas sehingga hampir tidak ...

Di buku Menuju Aswaja-Materalisme, Moh. Roychan Fajar ada pandangan bahwa perlu ada pergeseran dari “mencari dalil lalu menilai” menjadi “mencari pisau analisis yang sesuai lalu mencari dalil” (Fajar 2021). Kira-kira, begitu yang gue tangkep. Menurut gue, cara berpikir ini menarik dan relevan jika dibahas seputar salah satu proses dalam pemilu yaitu kampanye. Pemilu, dalam rangkaian prosesnya memiliki fase masa kampanye ...