Cukup kasihan rasanya melihat masa-masa perkuliahan filologi, terkadang calon filolog yang semangat nan membara terkendala dengan berbagai macam problematika naskah yang cukup kompleks. Mulai dari naskah yang tidak selera dengan peneliti atau peneliti yang tak selera dengan naskahnya. Cukup rumit ...

Dalam diskursus publik mutakhir mengenai keberlanjutan lingkungan dan pertambangan, kita menyaksikan kembali kemunculan narasi moralistik yang dibawakan oleh sebagian aktivis lingkungan, khususnya dari organisasi transnasional semacam Greenpeace. Kritik mereka, meski penting sebagai penyeimbang kekuasaan negara dan korporasi, acapkali terjebak dalam ...

Tulisan “Kepungan Oligarki Politik dan Lemahnya Pendidikan Politik, Itu Masalahnya!” yang ditulis oleh Fajrin Sidek hadir sebagai respons atas artikel saya sebelumnya, “Otokritik Rakyat Bagian I: Demokrasi Rasa Infotainment (Dari Fans Club ke Fraksi)”. Saya menyambut baik tanggapan tersebut karena ...

Zen Rachmat Sugito (Zen RS) dalam esainya yang berjudul “Akuilah Kalau Sepakbola Indonesia Memang Kelas Gurem!” yang terbit di PanditFootball (15 Juni 2015) menulis: “Kita adalah gurem. Kita adalah kurcaci. Sangat tidak pantas merasa jagoan sepakbola pada saat kita sesungguhnya ...

Gus Dur adalah kebudayaan, yang tak akan lenyap digerus zaman. Ide-idenya masih terus diperdebatkan. Wajahnya pun semakin jamak ditemukan pada poster, selembaran, dan grafiti, di media sosial dan jalanan, di halaman-halaman jurnal, majalah, atau koran nasional. Ia sangat dikagumi, dicintai, oleh sebagian besar orang, dan disalah pahami oleh sebagian kecil lainnya. Tapi, apa yang membuat saya takjub dari Gus Dur, ...