Gejolak demonstrasi terjadi di Jakarta dan beberapa wilayah daerah lain menandakan bahwa masyarakat sudah jenuh dan merasa aspirasinya tidak pernah didengar oleh para pejabat baik eksekutif maupun leglislatif. Demonstrasi tersebut menyikapi problem kenegaraan. Inti permasalahan bisa dilihat dari problem efisiensi ...
Perdebatan seputar Mens Rea kerap terjebak pada dua ekstrem yang sama-sama tidak produktif, antara glorifikasi kebebasan berekspresi seolah tanpa batas, dan tudingan pembungkaman negara tanpa basis faktual. Padahal, jika ditelaah dengan kepala dingin, kasus ini justru memperlihatkan sesuatu yang lebih ...
Kita hidup di masa ketika keindahan bisa dipotret, disunting, diklik, disimpan, dan dibagikan. Namun mungkin, keindahan sejati tak sepenuhnya ada di sana. Ia hadir di ruang hening, saat mata dan hati saling menyapa tanpa konsep, tanpa alasan, hanya rasa yang ...
“Setiap pengampunan oleh negara sejatinya mengandung dua wajah: wajah kemanusiaan dan wajah kekuasaan” Dialektika kekuasaan dan hukum keberadaan terhadap amnesti—abolisi tampil sebagai dua instrumen hukum yang tidak hanya merepresentasikan kebijakan kemanusiaan sekaligus membuka ruang tafsir konstitusional yang paradoksal soal tafsir ...
Dalam upaya membedah sejarah Islam, memang sering muncul godaan intelektual untuk menggali serpihan serakan yang tersembunyi dan terlupakan. Karena, diakui atau tidak, yang sering diperbincangkan arus utama biasanya adalah narasi para “pemenang”. Kadang dari sana ditemukan emas dalam reruntuhan yang terkubur; tak jarang pula yang ditemukan hanyalah besi yang sudah berkarat. Tulisan “Egalitarianisme Radikal dalam Islam” dari Mama Obeng menjadi ...