Saya seorang Anarkis Bagi sebagian orang, kalimat ini terdengar menakutkan. Kata anarkis sering dipahami sebagai kekerasan, kerusuhan, atau penjarahan. Tak heran, sebab istilah ini kerap dipropagandakan secara negatif oleh penguasa, media, hingga buzzer politik. Mereka merasa tidak nyaman dengan kata ...
Keadilan versi kereta ekonomi itu sederhana dan modern: satu tiket, satu kursi, satu nomor. Tidak pakai musyawarah. Tidak perlu empati. Tinggal duduk dan sampai. Saya percaya betul skema ini sampai kursi saya diambil oleh sepasang orang tua yang menggendong bayi ...
Perkenalan Halo, salam kenal. Aku datang ke ambang pintumu. Aku tidak mengetuk; aku masuk, memadamkan kompormu, menjauhi gelas dari bibirmu, menunjukan jam besar tepat di wajahmu. Aku datang memberitahumu kalau kamu bukanlah anak kecil. Bunyi perutmu jawabannya tidak selalu makan, ...
Diskursus tafsir al-Qur’an tidak pernah steril dari pergumulan zaman. Setiap generasi Muslim dihadapkan pada tantangan mempertemukan teks wahyu dengan kondisi sosial dan politik yang terus bergeser. Pertanyaan yang kerap luput ialah sejauh mana metodologi penafsiran warisan klasik masih sanggup menjawab ...
Infeksi ketercanduan massal, distopia keberlanjutan, dan perakus memenuhi dunia, entah mengapa yang saya pikirkan hanya satu, menulis dengan perasaan. Zona keterbatasan, memicu moodyian saya untuk berekspresi. Tapi, lain sisi, saya melihat keimpotenan sastra menghadapi kontrol zaman. Dengan jalan ninja, berkontemplasi bersama guling dan tembok, saya mencoba melakukan pencegahan dini dari keimpotenan. Diskursif terbatas, tentang romantisme murahan, melankolis kematian, penghapus harapan, ...