Bagi seorang kurator, seniman, sekaligus pengelana sejarah, melihat sebuah karya seni sering kali terasa seperti membaca surat rindu atau naskah visual yang tak kunjung selesai. Ada sesuatu yang selalu tertinggal di balik sapuan warna atau guratan garis; sebuah kerinduan manusia ...

Kita hidup di zaman ketika informasi bergerak lebih cepat daripada nalar. Satu unggahan dapat menjelma menjadi kebenaran massal hanya karena ia viral, bukan karena ia valid. Dalam situasi ini, kebenaran sering kali kalah oleh sensasi, dan klarifikasi datang terlambat setelah ...

Kadang tanpa sadar kita jadi hakim paling kejam untuk diri sendiri. Setiap kejadian yang menyakitkan langsung kita tutup dengan kalimat, “yah ini salahku,” seolah menyalahkan diri adalah bentuk tanggung jawab. Padahal yang sering terjadi bukan refleksi, tapi penghakiman. Lalu aku ...

Ada satu pemandangan unik yang selalu saya sukai sejak dulu: seorang profesor dengan jas rapi yang sehari-hari bicara dengan intonasi akademik mendadak bersorak riang karena berhasil melakukan smash. Tidak ada lagi kalimat teoritis seperti “epistemologi pengetahuan ini…” atau “paradigma interpretatif ...

Bila kita membaca Editorial Media Indonesia bertajuk “Derita Rakyat Bukan Ladang Konten” menggambarkan aktivitas yang mengusik nurani publik. Betapa tidak, aksi bejad pejabat dalam tajuk itu disebutkan, “Namun, ternyata ada pejabat dan elite politik yang mendatangi lokasi bencana dengan penampilan yang teatrikal disertai rombongan dokumentasi dan gestur dramatis. Wajar jika banyak yang menyebut mereka menjadikan situasi bencana sebagai panggung pencitraan.” ...