Suatu malam saya duduk bersama beberapa mahasiswa aktivis dalam forum nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Film itu sedang ramai dibicarakan setelah pemutarannya dibubarkan di beberapa daerah. Lucu juga sebenarnya. Di negeri yang begitu santai menghadapi ...

Malam itu sunyi, seolah sejarah menahan napasnya sendiri. Di sebuah ruang tanpa waktu—di antara gema pabrik dan bisikan doa—dua pemikir besar duduk saling berhadapan. Karl Marx, dengan tatapan tajamnya yang terbiasa membaca denyut sejarah, dan Murtadha Muthahhari, dengan ketenangan seorang ...

80 tahun sudah bangsa ini menapaki kemerdekaan, carut marut sebagai bangsa sudah amat telak dirasakan, tentu momentum kali ini mesti diisi dengan berbagai ingatan reflektif mengenai sepak terjang perjalanan Indonesia sebagai bangsa. Indonesia tanpa mereka yang berperan membuat sejarah adalah ...

Pertarungan teoretis antara Marxisme dan feminisme telah menciptakan dilema epistemologis yang berkepanjangan dalam analisis penindasan perempuan. Marxisme tradisional, dengan fokus utamanya pada relasi produksi kapital, secara konsisten gagal mengakui patriarki sebagai sistem dominasi yang mandiri dan universal. Tradisi Marxis Tradisional ...

Kita sering keliru membaca sejarah. Kita terburu-buru menilai seseorang hanya dari siapa lawannya, bukan dari kenapa ia melawan. Maka ketika nama “Abu Jahal” disebut, yang terbayang segera adalah iblis bermata manusia, penindas Nabi, pemimpin kekafiran. Ia dijadikan simbol kebencian, musuh umat, Fir’aun dalam era profetik Islam. Tapi siapa sesungguhnya Abu Jahal? Benarkah ia jahat secara mutlak? Atau justru, di balik ...