Indonesia tidak kekurangan orang yang pernah belajar agama. Saya kira bila dikuantifikasi akan sangat banyak. Namun yang sulit dijawab ialah apakah pendidikan agama telah cukup membekali seseorang untuk memahami persoalan zamannya, menghidupi dirinya secara bermartabat, dan memberi manfaat nyata bagi ...
Sepulang mengajar dari kampus, aku mampir di sebuah warung kopi sederhana pinggir jalan, memesan segelas teh manis dan pisang goreng lalu menyalakan sebatang rokok dan ya…seperti biasanya. Saat kesepian melanda, secara otomatis pikiranku ini mengembara begitu saja. Waktu itu banyak ...
Kekhawatiran mengenai otentisitas al-Qurʿān menjadi suatu fenomena di dunia akademisi historis modern. Al-Azami menemukan berbagai serangan dari beberapa Orientalis atau sejarawan Barat terhadap keabsahan sumber sejarah yang menjadi argumen keaslian al-Qurʿān. Kemudian beliau mencoba menjawab tantangan tersebut dalam buku yang ...
Dengan belajar untuk tidak menyalahkan diri, menghormati diri, dan mencintai diri, masih ada satu hal yang sering kita lupakan yaitu Belajar Berbelas Kasih Kepada Diri Sendiri. Kita tahu bahwa bagaimana cara memahami orang lain ketika mereka gagal, kita tahu bagaiamana ...
Thomas Aquinas dalam magnum opusnya, Summa Theologiae, menyatakan bahwa hukum adalah “peraturan akal budi demi kebaikan bersama, yang dibuat oleh mereka yang bertanggung jawab atas komunitas, dan dipromulgasikan secara terbuka.” Kutipan monumental ini menegaskan bahwa esensi dari setiap produk hukum adalah kualitas rasionalitasnya demi mencapai kemaslahatan publik. Di Indonesia, cita-cita ideal ini mengalami distorsi parah akibat laju produksi regulasi yang ...