Kemiskinan di Indonesia tidak dapat dipahami semata sebagai fenomena statistik atau sekadar deviasi dari standar pembangunan ekonomi yang lazim. Ia merupakan konstruksi historis yang lahir dari relasi kuasa yang timpang, yang sejak masa kolonial telah meminggirkan mayoritas penduduk dari akses ...

“Maka jangan heran, menonton film India, membicarakannya, apalagi membahasnya dengan mata berbinar atau menulisnya dengan tangan gemetar, bukan hanya serasa melakukan sejenis dosa, tapi juga membuat seseorang merasa sendirian—tak ubahnya seorang inspektur polisi di film-film India yang sendirian membasmi para ...

Sejarah awal Ahlussunnah tidak dapat dilepaskan dari konteks pertarungan intelektual dan kekuasaan di era Abbasiyah. Sebelum menjadi terminologi mapan, yang dikenal terlebih dahulu adalah sebutan Ahlul Hadis, yakni kelompok ulama yang secara konsisten menolak penggunaan akal spekulatif dalam agama, dan ...

Indonesia memiliki hutan tropis terbesar di ASEAN, meskipun begitu data dari World Resources Institute menunjukan bahwa di tahun 1973 sampai sekarang, deforestasi telah merenggut sekitar 31% hutan primer di Kalimantan. Hutan di Kalimantan menyimpan karbon dalam biomassa dan tanah gambut, yang dilepaskan saat penebangan pohon dan pembakaran hutan. Menurut Global carbon project, deforestasi di Indonesia ...

Tulisan ini berangkat dari keresahan lama yang sebenarnya masih sangat relevan hari ini: kenapa sih agama, filsafat, dan sains sering dianggap seperti tiga kubu yang nggak mungkin akur? Padahal kalau kita telusuri lebih jauh, ketegangan itu bukan bawaan lahir. Ia adalah produk sejarah yang panjang, penuh tarik-menarik otoritas, dan—kalau boleh jujur—penuh drama intelektual. Menariknya, tokoh seperti Pierre Teilhard de Chardin ...