“catatan untuk Indonesia yang sedang kesana dan kesini” Republik ini sedang lucu. Lucu sekaligus riuh dan ricuh. Lucu karena kehidupan sehari-hari rakyatnya begitu keras, sementara para elite politik duduk nyaman di kursi empuk dengan penghasilan yang sulit dicerna akal sehat. ...

Ada yang ganjil di negeri ini, dan saking seringnya, kita tak lagi menganggapnya aneh. Setiap kali sebuah motor berhenti sejenak—bahkan hanya untuk membeli sebotol air di minimarket—muncullah seseorang dengan peluit dan rompi lusuh. Bukan untuk membantu, bukan untuk menjaga, tapi ...

Tulisan “Kepungan Oligarki Politik dan Lemahnya Pendidikan Politik, Itu Masalahnya!” yang ditulis oleh Fajrin Sidek hadir sebagai respons atas artikel saya sebelumnya, “Otokritik Rakyat Bagian I: Demokrasi Rasa Infotainment (Dari Fans Club ke Fraksi)”. Saya menyambut baik tanggapan tersebut karena ...

Zen Rachmat Sugito (Zen RS) dalam esainya yang berjudul “Akuilah Kalau Sepakbola Indonesia Memang Kelas Gurem!” yang terbit di PanditFootball (15 Juni 2015) menulis: “Kita adalah gurem. Kita adalah kurcaci. Sangat tidak pantas merasa jagoan sepakbola pada saat kita sesungguhnya ...

Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang kyai kepada santriwatinya di sebuah pondok pesantren di Pati. Jumlahnya mencapai 50 santriwati dan rata-rata di usia 13 tahun keatas. Miris sekali melihat berita tersebut karena sudah dilakukan selama beberapa tahun dan seolah-olah ada yang melindungi agar kyai tidak terhukum. Kasus ini membuat banyak orang merasa sedih dan marah, ...