Kekuasaan itu kadang aneh. Semakin lama seseorang berkuasa, semakin sulit pula dirinya menerima bahwa suatu hari kekuasaan itu bisa berakhir. Orang-orang yang berbeda pendapat mulai dianggap mengganggu. Kritik yang seharusnya menjadi bahan evaluasi justru dipandang sebagai ancaman. Bahkan, ada kalanya ...

Di media sosial, perlawanan bisa dimulai dengan tiga jari. Sebuah gambar diunggah, tagar ditambahkan, lalu dibagikan berulang kali. Dalam hitungan menit, seseorang telah menyatakan keberpihakan dan merasa menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar. Tidak ada yang salah dengan itu. ...

Perjalanan panjangku dalam mengamati pula merenungkan dinamika penegakan hukum dan perilaku sosial masyarakat modern sering kali membawaku pada sebuah pertanyaan mendasar yang sangat mengusik nurani: tentang bagaimanakah keadilan yang sejati itu seharusnya diraih. Seperti biasanya manusia aku mulai merenung mempertanyakan ...

Membicarakan cinta melalui puisi-puisi Aan Mansyur dalam Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau rupanya membawa kita melampaui batas-batas romansa. Semula, saya mengira buku ini akan menyodorkan kisah-kisah usang tentang sepasang kekasih, rindu yang meradang, atau debar perasaan di antara dua insan. ...

Selayang Pandang Pergantian panji kekuasaan dari Bani Umayyah kepada keluarga besar Abbasiyah pada pertengahan abad kedua Hijriyah menandai pergeseran epistemologis dan struktural dalam cara masyarakat Islam memandang kekuasaan, hukum, serta tata kelola publik. Reruntuhan struktur lama dan fajar kekhalifahan baru memicu goncangan eksistensial yang menguji fondasi legitimasi politik. Kekosongan otoritas melahirkan kebutuhan mendesak akan bentuk tata kelola untuk merajut kembali ...