(Tulisan Ini Dijadikan Epilog untuk Kumpulan Puisi “Aku Memilih Teras” (2015) karya Fajar M. Fitrah). Membaca puisi-puisi Fajar M. Fitrah dalam sekumpulan puisi Aku Memilih Teras, seakan-akan kita dibawa ke dalam pemandangan alam yang riuh dan menyenangkan, tetapi terkadang juga ...
Di tengah biaya hidup yang makin tinggi dan persaingan kerja yang kian ketat, banyak anak muda memilih bertahan di pekerjaan bukan karena bahagia, tapi karena takut kehilangan rasa aman. Inilah wajah job hugging, sebuah kompromi antara passion yang tertunda dan ...
Budaya selalu identik dengan kesusastraan. Melalui instrumen sastra, budaya dapat digali lebih dalam. Pada saat ini, budaya semakin cepat berkembang, baik melalui asimilasi maupun akulturasi. Di samping itu, sastra selalu mengiringi dalam perkembangan budaya. Membentuk sebagai pengembang kultural, sastra selalu ...
Pembukaan UUD 1945 menempatkan tujuan negara Indonesia secara jelas: melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Penempatan frasa “mencerdaskan kehidupan bangsa” sejajar dengan perlindungan rakyat dan kesejahteraan umum menunjukkan bahwa kecerdasan bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan ...
Kita mungkin perlu bertanya pada diri sendiri: apakah banjir informasi yang kita terima setiap hari benar-benar membuat kita lebih bijak, atau justru sekadar membuat kita menjadi lebih berisik? Saat ini, kita hidup dalam sebuah tatanan sosial di mana kecepatan untuk berkomentar jauh lebih dihargai daripada kedalaman dalam memahami. Di balik layar ponsel, setiap orang merasa memiliki mandat untuk menjadi ahli ...