Dalam lanskap sejarah Islam, klaim kebenaran teologis seringkali menyeret narasi sejarah menjadi alat propaganda. Sunni, sebagai kelompok mayoritas yang mengeklaim sebagai pewaris sah ajaran Nabi Muhammad, ia menampilkan sejarahnya sebagai satu-satunya jalur suci, lurus, dan gemilang. Dalam naskah-naskah populer dan ...
Ketika Masalah Datang Bersamaan Masyarakat modern terbiasa meyakini bahwa setiap persoalan memiliki sebab yang jelas dan solusi yang dapat dirumuskan secara rasional. Dalam paradigma tersebut, ketika hukum bermasalah maka reformasi hukum menjadi jawabannya; ketika ekonomi melemah maka kebijakan fiskal dan ...
Perdebatan tentang akal dan iman kerap dibesar-besarkan. Seolah-olah manusia harus memilih: menjadi rasional tanpa iman, atau beriman tanpa berfikir. Padahal, pertentangan ini lebih banyak lahir dari kesalahpahaman bukandari hakikat keduanya. Akal dan iman tidak pernah diciptakan untuk saling meniadakan Akal ...
“Realisme sosialis yang baik adalah realisme sosialis yang tak melupakan akar ‘realis’-nya,” itulah yang dikatakan Martin Suryajaya dalam esainya di Indoprogress yang berjudul, “Tantangan Osamu Dazai”. Martin tak hanya sebatas memaparkan realisme sosialis, melainkan berusaha merumuskannya lagi, atau lebih tepatnya, ...
Kita sering keliru membaca sejarah. Kita terburu-buru menilai seseorang hanya dari siapa lawannya, bukan dari kenapa ia melawan. Maka ketika nama “Abu Jahal” disebut, yang terbayang segera adalah iblis bermata manusia, penindas Nabi, pemimpin kekafiran. Ia dijadikan simbol kebencian, musuh umat, Fir’aun dalam era profetik Islam. Tapi siapa sesungguhnya Abu Jahal? Benarkah ia jahat secara mutlak? Atau justru, di balik ...