Dalam lintasan sejarah peradaban Islam, figur otoritas religius selalu menempati posisi yang tidak sekadar fungsional, melainkan juga sakral. Kyai, ulama, atau imam bukan hanya pengajar ilmu agama—mereka adalah personifikasi dari norma, teladan kehidupan, bahkan representasi dari nilai-nilai ilahiah di tengah ...
Perempuan sejak awal sejarah bukan sekadar bagian dari peradaban, melainkan penentu arah peradaban itu sendiri. Dari perempuan lahir generasi, dari lisannya tumbuh bahasa, dan dari sentuhan emosinya terbentuk karakter manusia. Karena itu, cara sebuah masyarakat memandang dan memperlakukan perempuan selalu ...
Kehidupan manusia modern, dengan segala kemajuan teknologi, urbanisasi, dan deregulasi nilai-nilai tradisional, telah menciptakan kondisi eksistensial yang berbeda dari peradaban sebelum nya. Namun, alih-alih memberikan rasa kebebasan dan pemenuhan diri, peradaban kali ini justru menampilkan wajah baru dari krisis yang ...
Belum usai polemik alih status pegawai Badan Gizi Nasional yang dikukuhkan menjadi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) yang menimbulkan kecemburuan serta disparitas sosial dengan guru sekolah terkait pendapatan mereka, baru-baru ini terjadi tragedi yang amat memilukan. Terpikirkan oleh seorang anak ...
Saya pun kadang suka mikir, mengapa orang begitu sibuk mendialogkan agama, filsafat, dan sains, seolah ketiganya adalah tiga entitas yang setara dan sedang duduk di meja diskusi yang sama. Padahal, persoalan itu sejak awal sudah kabur. Agama itu beragam, masing-masing punya sistem keyakinan, ritual, dan kitab suci. Sains bersifat dinamis, berubah mengikuti temuan baru. Filsafat pun plural, bahkan sering saling ...