Akrab disapa Ulya, adalah seorang anak yang sejak kecil gemar berimajinasi. Meski terlihat pendiam, pikirannya selalu penuh dengan ide dan cerita yang berlarian tanpa henti.
Menulis kemudian menjadi ruang aman baginya—tempat di mana gagasan dan imajinasi menemukan bentuknya. Keberanian untuk benar-benar menulis baru tumbuh saat ia memasuki bangku kuliah, barangkali karena ia berada di lingkungan yang tepat: jurusan sastra yang memberinya bahasa untuk memahami dunia dan dirinya sendiri.Sejak SD, penulis aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Perpustakaan bukan sekadar ruang penuh buku, melainkan tempat ia bersemayam, bertumbuh, dan berdialog dengan banyak perspektif. Kini, penulis juga aktif sebagai aktivis Salman yang bergerak di bidang literasi remaja dan pendidikan.