
Pada abad 20, muncul seorang fisikawan/astronom yang sukses memetakan masalah Medan Einstein untuk trouble—benda hitam yang tampak tak bergerak.
Pasca teori relativitas umum Einstein (1915) dipublish secara luas, banyak fisikawan sezamannya yang langsung dengan lazimnya mengulik tentang efek peristiwa gravitasi, rotasi, yang mengitari sekitaran blackhole. salah satunya adalah seorang fisikawan bernama (Karl Schwarzchild). sebulan dari setelah paper teori relativitas umum Einstein di unggah ke panggung publik, karl Schwarzchild kemudian berhasil menemukan solusi matematis untuk sebuah benda hitam berbentuk bola yang tak memiliki area gerak (v0) terhadap radius utama blackhole. solusi tersebut kemudian diberi nama ⟹ Metrik Schwarzchild.
Karl swarzchild secara historis dikenal sebagai seorang astronom dan fisikawan Jerman terkemuka. Namun menariknya, solusi yang dia temukan—nyatanya didapat ketika dia menjadi prajurit paling depan dalam perang dunia ke (1).
AWAL MULA PERSAMAAN EINSTEIN
General theory of relativity Equation;
Gμv + Λgμv — 8πG/c⁴ Tμv
dimana:
Gμv = kelengkungan ruang waktu
Λgμv = Distribusi energi dan materi
G = konstanta gravitasi
c = kecepatan cahaya
Λ = Konstanta kosmologis.
Dari persamaan Medan gravitasi Einstein tersebut, kemudian Karl Schwarzchild berusaha mencari solusi untuk daerah vakum/kosong black hole. maka dimasukkan:
Tμv = 0.
Sehingga persamaan Einstein dapat tersubstitusi menjadi :
Gμv — 0
Ada beberapa landasan landasan fundamental yang menjadi asumsi Karl swarzchild terhadap GR Einstein.
Dibalik dari usulan solusi Schwarzchild mengenai area vakum/kosong dari blackhole, Karl Schwarzchild menempatkan beberapa asumsi-asumsi mencolok atas teori relativitas umum/GR Einstein.
Asumsi asumsi yang Karl swarzchild sampaikan kurang lebih meliputi;
1.) Benda di inti lubang hitam tersebut pada dasarnya berbentuk sangat sempurna
2.) Benda nya tidak berotasi pada titik acuan manapun
3.) Tidak memiliki muatan/gaya listrik
4.) Ruang yang berada diluar benda itu bersifat vakum/kosong.
Dengan asumsi-asumsi tersebut, Karl Schwarzchild kemudian mendapatkan persamaan metrik:
ds² -(1 – 2GM/rc²) c²dt² + (1 – 2GMrc²)-² dr² + r²dΩ²
Dimana:
dΩ² = dθ² — sin² θ dϕ².
Ini yang kemudian menjadi salah satu persamaan paling penting dalam urusan fisika modern.
Untuk membedah beberapa kompleksitas solusi yang dikemukakan oleh Schwarzchild. bagian selanjutnya akan secara sederhana dipaparkan tentang radius Schwarzchild dengan menggait segelintir persamaan yang cukup dikenal dalam dunia fisika modern.
RADIUS SCHWARZCHILD
Secara sederhana, radius Schwarzchild mengungkap tentang jari jari minimum yang mesti dimiliki oleh sebuah massa agar dapat membentuk black hole.
Dengan kata kata lain, semakin sebuah massa dipadatkan pada level geometri yang sangat kecil. maka—efek gravitasi yang dimiliki olehnya akan sangat besar.
Seperti ketika—anda melempar sebuah batu yang berukuran kecil, namun memiliki total kepadatan massa masif. Maka objek lentur & ringan disekitar nya akan terhempas melayang keatas.
Rumus radius Schwarzchild dapat digambarkan dengan sangat sederhana:
rs — 2GM/c².
keterangan:
rs = radius Schwarzchild
G = Konstanta gravitasi
M = massa benda
c² = kecepatan cahaya.
Melalui rumus sederhana tersebut anda dapat menyimpulkan, bahwa kategorisasi Jari jari Schwarzchild kurang lebih diusulkan dengan deskripsi seperti ini:
“Massa yang semakin besar, maka radius Schwarzchild akan semakin besar”
“Massa yang semakin kecil, maka radius Schwarzchild akan semakin kecil”).
Ketika kita mengambil contoh pada bumi:
dimana massa total bumi adalah: 5,97 × 10²⁴ kg.
Maka apabila massa total bumi kita konversi kedalam rumus ini, maka akan didapatkan hasil: 8,9 mm.
Yang bilamana kita definisikan:
(Jika bumi dipadatkan menjadi bola dengan jari jari 9 meter, dikurang 1 meter, maka bumi akan berkonversi menjadi blackhole).
Sebagai contoh, dimana semua properti fisik natural yang menempati bumi ini; gunung, laut, sungai, tanah, dapat dideskripsikan sebagai kelereng yang dihimpun menjadi kesatuan hingga berakhir pada kompresi fisik berukuran seperti bola padat.
Dari beberapa—fondasi matematis yang diterapkan Schwarzchild didalam urusan Medan gravitasi Einstein. Karl Schwarzchild tidak lepas dari kuriositas nya sendiri untuk tetap membangun dunia fisika menjadi semakin maju. dimulai dari konsep metrik yang dia jabarkan, hingga—merambah ke topik spesifik seperti Radius Schwarzchild.
pada dasarnya, gagasan Schwarzchild ini diterbitkan pada tahun 1916. yang seperti dengan ulasan sebelumnya, ditulis pasca Albert Einstein mempublikasi temuan nya tentang relativitas umum (GR theory) di tahun 1915. solusi utama yang dicari oleh Schwarzchild adalah tentang Medan gravitasi Einstein (Metric swarzchild) mengenai bola hitam berbentuk simetris konstan.
Proyeksi matematis yang diurai oleh Schwarzchild adalah sebuah pendekatan yang efektif untuk melihat kondisi objek hitam bermassa padat (center of black hole). disana, swarzchild memasukkan prinsip khusus yang dapat diperankan sebagai titik vital dari semua kajian/solusi yang dia kembangkan. yaitu (Tμv = 0.), untuk menemukan mekanisme teknis dari area vakum disekitar blackhole.





