Literasi, dan Budaya Digital: Eksperimen Sederhana terhadap Respon Pengguna Threads pada Postingan Edukasi dan Nonedukasi

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh, memproduksi, menyebarkan informasi. Media sosial tidak lagi menjadi sarana komunikasi, tetapi menjadi salah satu ruang utama untuk memperoleh pengetahuan, mengikuti isu aktual, menyampaikan pendapat, serta membangun interaksi sosial. Kehadiran berbagai platform digital, membuat informasi dapat diproduksi dan disebarkan oleh siapa saja dengan cepat. Kondisi tersebut memberikan peluang yang besar bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan dalam merespon informasi.

Dalam konteks tersebut, literasi tidak cukup dipahami hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi pada era digital mencangkup kemampuan seseorang dalam mengakses informasi, mengevaluasi, kredibilitasnya, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.Tingginya penggunaan media sosial, tidak secara otomatis menunjukan tingginya tingkat literasi digital masyarakat. Media sosial juga menciptakan budaya komunikasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan komunikasi konvensional. Pengguna dapat memberikan respon terhadap suatu informasi hanya dalam hitungan detik melalui komentar, tanda suka, kutipan, atau berbagai bentuk interaksi lainnya.

Selain itu, karakterisitik algoritma dan budaya perhatian di media sosial dapat membuat konten yang bersifat menghibur, kontroversial, emosional, lebih mudah mendapatkan perhatian dibandingkan konten yang bersifat edukasi. Fenomena tersebut menarik untuk diamati pada platform Threads. Sebagai salah satu ruang komunikasi berbasis teks, Threads memungkinkan pengguna menyampaikan gagasan dalam bentuk tulisan singkat dan berinteraksi melalui komentar maupun tanda suka. Karakteristik ini menjadikan Threads ruang yang menarik untuk mengamati bagaimana pengguna merespon jenis informasi yang berbeda. Postingan edukasi misalnya, cenderung mengandung informasi, penjelasan, dan pengetahuan. Sementara itu konten nonedukasi dapat berupa humor, pengalaman sehari-hari, curahan hati, tren, berita kontroversial.

Banyaknya tanda suka atau komentar terhadap suatu unggahan memang tidak dapat dilakukan secara langsung untuk menentukan tingkat literasi seseorang. Namun, pola interaksi tersebut dapat menjadi data awal untuk melihat bagaimana perhatian pengguna terbentuk terhadap informasi dengan karakteristik yang berbeda. Berdasarkan kondisi tersebut, eksperimen sederhana ini dilakukan dengan menagamati respon pengguna Threads terhadap dua kelompok unggahan, yaitu unggahan edukasi, dan unggahan nonedukasi.

Pengamatan dilakukan dengan melihat jumlah view, like, dan komentar. Eksperimen sederhana ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan tingkat literasi masyarakat Indonesia secara keseluruhan berdasarkan aktivitas sejumlah pengguna Threads. Sebaliknya, pengamatan ini ditempatkan sebagai eksplorasi awal terhadap fenomena budaya digital, khususnya mengenai perhatian, interaksi, dan respon pengguna terhadap informasi di media sosial. 

Metode dilakukan dengan sebuah eksperimen sederhana yaitu memberikan dua jenis postingan pada platform Threads, berupa postingan edukasi dan nonedukasi. Pada postingan edukasi, penulis memosting video tentang kebersihan lingkungan, pendidikan, dan sex education. Sedangkan pada postingan nonedukasi, penulis menuliskan tentang kehidupan penulis, dan tulisan yang bersifat romantis. 

Tidak hanya melakukan eksperimen sederhana, penulis juga membandingkan postingan lain yang berupa curahan hati, percintaan dan berita kontroversial dengan konten yang bersifat edukatif lainnya.

Pengamatan dilakukan dengan melihat jumlah view, like, dan komentar pada platform Threads.

Jenis PostinganViewLikeKomentar
Kebersihan lingkungan, pendidikan, sex education.5643
Kehidupan penulis, tulisan romantis.317209

 

Postingan lain yang berupa curahan hati, percintaan dan berita kontroversial mendapatkan hasil jumlah view, like, dan komentar lebih besar dibanding dengan postingan edukatif lainnya di luar eksperimen.