Seorang penulis dengan spektrum tema yang chaotic dan sulit dicari kaitannya. Kalau mengecek scholar, mungkin ketemu benang merahnya yang ngga merah amat: dari kajian Quran, filsafat, psikologi, hingga sastra. Simpel aja, sebenernya, kan mereka bilang kalau "Quran adalah mukjizat kebahasaan," maka sebagai akademisi, proposisi ini perlu saya uji, dong? Tulisan digunakan si penulis sebagai perlawanan atas kebosanan dalam hidup, kalau lagi hoki, sekalian terhadap status quo dalam dunia intelektual. "Bertafakur sejam lebih baik daripada beribadah 60 tahun," dalil dalam Kitab Nashāih al-'Ibād yang jadi justifikasi penulis untuk menghindari berbagai kajian siraman qalbu. Argumen yang sama-sama menyebabkan orang gamau mendekat karena takut murtad.