Belajar Rasa Percaya Diri dari Budaya Komunikasi Masyarakat India 

Aku pernah bertanya-tanya, mengapa ada anak yang begitu berani mengangkat tangan di kelas,  menyampaikan pendapat, dan tidak takut salah. Sementara itu, ada juga anak yang sebenarnya  pintar, tetapi memilih diam karena takut ditertawakan atau takut jawabannya salah. 

Aku memperhatikan bahwa rasa percaya diri bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Anak  tidak dilahirkan dengan label “percaya diri” atau “pemalu”. Lingkungan tempat mereka  tumbuh memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk cara mereka memandang diri  sendiri.  

Percaya diri bukan berarti merasa diri paling hebat. Percaya diri adalah keyakinan bahwa kita  mampu mencoba, belajar, dan bangkit Ketika melakukan kesalahan. Sayangnya tanpa disadari,  lingkungan justru mengikis keyakinan itu sedikit demi sedikit. 

Sering Dimarahi

Memarahi anak dengan tujuan dan cara yang baik, menjadi salah satu pengajaran yang  dilakukan orang tua dalam mendidik anaknya. Namun bila memarahi anak dengan cara yang  kurang baik, bahkan hingga mencaci maki sang anak, ini merupakan perbuatan yang tidak  terpuji, bahkan dapat membuat mental anak down, karena ia merasa tidak mampu atau tidak  pantas menjadi pribadi yang baik.  

Pola Asuh yang Overprotektif

Pola asuh ini mungkin bertujuan untuk melindungi sang anak dari segala marabahaya yang ada  diluar sana. Namun bila pola asuh ini diterapkan, membuat anak tidak dapat mengeksplore  dunia luar atau tantangan-tantangan kecil yang bisa ia selesaikan sendiri. Hal ini membuat anak  tidak percaya diri ketika harus berhadapan dengan dunia luar, karena orang tua terlalu  mengekang atau membatasi pergerakan sang buah hati. 

Sering Membandingkan

Setiap anak tentu memiliki potensi yang berbeda dari anak lainnya. Pengarahan orang tualah  yang menjadi penentu, kemana arah anak melangkah. Membanding-bandingkan anak dengan  anak lain atau saudaranya, membuat anak merasa dirinya tidak lebih baik dari orang lain. Hal  ini menjadikan konsep rendah diri tertanam kuat dalam alam bawah sadarnya, sehingga ia tidak  memiliki rasa percaya diri, karena kerap dibandingkan dengan orang lain oleh orang tuanya.  

Bagaimana Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak?

Membangun rasa percaya diri sebenarnya tidak selalu membutuhkan pujian yang berlebihan.  Yang lebih penting adalah memberikan ruang bagi anak untuk berkembang.  

Biarkan anak mencoba. 

Biarkan anak melakukan kesalahan. 

Berikan apresiasi terhadap usaha yang mereka lakukan, bukan hanya hasil akhirnya.  

Ketika anak berhasil menyelesaikan sesuatu sendiri, sekecil apa pun itu, ia akan mulai percaya  bahwa dirnya mampu.  

Kepercayaan diri dibangun melalui pengalaman, bukan sekedar kata-kata.  

Apa yang Bisa Dipelajari dari Orang India ?

  1. Keahlian Bernarasi

Salah satu keunggulan orang India adalah keahlian mereka dalam bernarasi, dan  membangun argumen yang meyakinkan. Mungkin ada yang berpendapat “Bukankah orang  Indonesia juga jago ngomong ?” Memang benar tapi yang dimaksud disini, bukan sekedar  berbicara, melainkan kemampuan berbicara di kancah internasional dengan alur  pembicaraan yang berisi, didukung argumen yang meyakinkan, serta kemampuan bahasa 

Inggris yang mumpuni. 

Bagaimana orang India bisa jadi pendongeng ulung ? 

  1. Tradisi retorika dan debat yang sudah berakar sejak zaman kuno, memupuk pemikiran  kritis dan kepercayaan diri.  
  2. Sudah terbiasa vokal sejak kecil.  
  3. Sistem pendidikan berbasis diskusi antara guru dan murid, yang membangun kebiasaan  berpikir kritis dan keterampilan menyampaikan ide.  
  4. Pelatihan di institusi pendidikan tinggi seperti di Indian Institute of Technology (IIT)  yang menekankan pemikiran analitis dan kemampuan menyampaikan ide.  5. Penguasaan bahasa Inggris sebagai warisan kolonial, yang memudahkan mereka  berkomunikasi ditingkat global.  
  5. Percaya Diri yang Tinggi.

Orang India memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Walaupun belum tentu  benar, tetapi yang terpenting harus percaya diri. Mereka berkata “Bayangkan kalau seandainya kita tidak percaya diri. Ada 1,3 milyar orang India, kita harus bersaing  setidaknya dengan satu milyaran orang. Bagaimana kita bisa menang kalau kita tidak  percaya diri ?”. Berawal dari keterpaksaan hingga menjadi budaya.  

Melahirkan Tokoh India Yang Sukses di Internasional

  1. Sundar Pichai. 

CEO Google dan Alphabet Inc., lahir di Chennai dan memulai karir dari keluarga sederhana  sebelum memimpin salah satu mesin pencari terbesar di dunia. 

  1. Satya Nadella. 

CEO Microsoft sejak 2014, berperan penting dalam kebangkitan perusahaan melalui  komputasi awan (cloud computing) dan AI. 

  1. Neal Mohan. 

CEO YouTube, memimpin platform video global setelah lama berkiprah di Google. 

  1. Arvind Krishna. 

CEO IBM, memimpin transformasi perusahaan ke arah teknologi hybrid cloud dan  kecerdasan buatan.


Referensi

Sekolah Daarut Tauhid Indonesia SIKULA.ID