Dunia buruh sering menjadi topik utama pembicaraan bagi seseorang yang sudah menuntaskan pendidikannya dalam jenjang apa pun. Di lain sisi, dunia buruh merupakan suatu kebutuhan penting dalam kehidupan manusia, karena manusia merupakan homo economicus yang berarti manusia selalu membutuhkan akan suatu hal. Di samping itu, dunia buruh terutama di Indonesia terdapat banyak sekali masalah, seperti upah yang tidak layak, hak-hak buruh yang terabaikan, dan banyak yang lainnya. Maka timbullah suatu pertanyaan penting untuk kita pahami bersama.
Pertanyaan yang muncul berkenan dengan, siapa yang melindungi buruh? Ketika ada seseorang yang menjawab “Oh, pelindung buruh adalah serikat buruh itu sendiri” atau “pelindung buruh semestinya adalah pemerintah sebagai tuan utama negara” bahkan “saya tidak tahu siapa yang melindungi buruh, karena sampai sekarang buruh masih termarjinalkan, bahkan tereksploitasi” maka jawaban-jawaban yang dihasilkan adalah benar.
Dunia Buruh dan Kita
Dunia buruh adalah dunia kita semua. Semua manusia yang mengamini ini, akan mengetahui bahwa dirinya adalah calon buruh, dengan kata lain kita semua adalah calon buruh. Dengan itu, kita harus memahami dunia buruh sebelum kita memasukinya. Dunia buruh mungkin menjadi sosok menakutkan bagi seseorang yang sudah menamatkan pendidikannya. Dengan persaingan kerja yang sangat keras, upah yang tidak layak bahkan tidak dibayarkan, eksploitasi buruh yang terjadi dimana-mana, dan masih banyak kasus lainnya. Maka apa solusi terbaik untuk memahami dunia buruh? Solusi terbaik untuk memahami dunia buruh itu sendiri adalah dengan mengetahui hak-hak dan sistem yang ada di negara tersebut. Dengan mengetahui sistem yang ada, kita sebagai calon buruh ataupun buruh, setidaknya dapat memperjuangkan bahkan melawan ketika terjadinya ketidakadilan. Maka inilah alasan yang paling rasional untuk bertahan dan hidup dalam dunia buruh yang terkenal buas.
Serikat dan Buruh
Serikat buruh yang ada di Indonesia mungkin bisa menjadi sosok pelindung bagi para buruh. Serikat merupakan sebuah perhimpunan individu ataupun kelompok yang memiliki tujuan sama dan biasanya dengan latar belakang yang sama. Secara historis serikat buruh di Indonesia dimulai dari 1905 dengan nama SS-Bond. Di pra-kemerdekaan Indonesia, serikat buruh mempunyai kontribusi signifikan untuk kemerdekaan Indonesia. Maka tidaklah kita bisa menafikan antara serikat buruh dengan kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi haruslah kita bertanya dan merenung apakah serikat buruh di Indonesia saat ini merupakan pelindung bagi buruh? Mungkin, pelbagai wacana yang diisi pembicaraan serikat buruh selalu tentang hak dan keadilan bagi buruh dan menentang eksploitasi yang dialami oleh buruh. tapi buruh yang mana yang mereka bicarakan?
Pada saat ini, serikat buruh secara tidak langsung hanya melindungi dua buruh, yaitu anggota yang terhimpun di dalam serikat buruh, dan pengurus serikat buruh itu sendiri. Adam Smith dalam bukunya mengumumkan terhadap kita, sebagian besar orang di dunia ini berusaha mengejar kepentingan pribadinya. Tidak ada yang salah untuk mengejar kepentingan pribadinya, jika tujuan selanjutnya adalah untuk kepentingan umum. Tapi yang harus kita sadari tentang perserikatan adalah orang-orang yang mengikutinya berusaha untuk mengamankan segolongannya dari buasnya dunia buruh. Mengapa demikian? Maka contoh paling nyata adalah lisensi profesi yang ada. Seperti dokter, lisensi dokter ataupun surat izin praktik merupakan bentuk nyata dari penyelamatan segolongan itu sendiri. Dengan surat izin praktik, dokter dapat terselamatkan dari buasnya dunia perburuhan.
Di sisi lain, lisensi ataupun menjadi pekerja yang dijamin oleh pemerintahan merupakan cara paling efektif untuk menghindari kerasnya persaingan dunia buruh. Parameter keberhasilan suatu serikat terlihat ketika suatu serikat dapat membatasi wilayah pekerjaannya sendiri. Maka terjadi sebuah pertanyaan: bagaimana cara membagi jatah wilayah pekerjaan tersebut? Satu-satunya cara yang efektif adalah lisensi pekerjaan. Selanjutnya mengenai upah minimum, mau tidak mau upah minimum harus dibahas juga mengapa? Karena melihat berbagai artikel yang ada muncul pertanyaan pada benak saya, mengapa upah minimum selalu di perjuangkan oleh serikat buruh yang sudah memiliki penghasilan tetap bahkan bisa dikatakan upahnya sangat tinggi. Bahkan, pemerintah sendiri memberlakukan upah minimum untuk pegawai yang sudah memiliki kontrak. Maka cukup dengan fakta tersebut saya menyetujui dari pada perkataan Milton Friedman tentang upah minimum “Upah minimum merupakan sebuah bentuk diskriminatif dari para majikan” orang yang berstatus sebagai pegawai honorer dan buruh lepas adalah sasaran utama dari diskriminatif tersebut. Dan sikap diskriminatif ini ditolerir oleh masyarakat lainnya, sehingga fakta yang terjadi saat ini dapat disangkal dengan mudah. Melalui penormalisasian upah buruh yang tereksploitasi.
Pemerintah dan Buruh
Apakah pemerintah pelindung buruh sebenarnya? Maka dengan fakta yang terjadi apakah pemerintah dapat dikategorikan sebagai pelindung buruh. Pemerintah pada akhirnya hanya melindungi sebagian buruh saja, bukan seluruh buruh yang ada. Mungkin saja pemerintah menaikkan upah minimum untuk para buruh. tapi yang harus disadari di sini adalah atas biaya siapa itu dilakukan? Jawaban paling masuk akal adalah rakyat itu sendirilah yang harus membayar itu semua. Dengan pajak rakyat yang artinya sebagian para buruh yang tidak merasakan upah minimum tersebut. Di balik euforia kenaikan upah minimum karena dianggap sebagai suatu pencapaian besar bagi para buruh, sekali lagi dibalik itu semua ada situasi mencekam bagi sebagian buruh yang tidak tergolong dalam upah minimum. Dan pada akhirnya lagi-lagi buruh yang tidak tergolongkan dikorbankan demi segolongan.
Kesadaran dan Kita
Maka siapakah pelindung buruh sebenarnya? Pelindung buruh yang sebenarnya bukanlah serikat, ataupun majikan. Pada akhirnya pelindung buruh adalah buruh itu sendiri, yaitu kesadaran buruh tersebut. Kesadaran merupakan senjata paling ampuh untuk melindungi buruh atas dirinya sendiri, Mengapa? Karena melalui kesadaran akan hak dan situasi mereka, buruh dapat bertahan dalam kerasnya dunia persaingan buruh. Kesadaran situasional ini yang patut untuk diketahui oleh para buruh yang berserikat, ataupun tidak, yang terjamin, ataupun tidak. Dengan mengetahui situasi yang dialami, buruh dapat melihat apakah ia sedang tereksploitasi atau tidak, apakah ia sedang di cabut haknya atau tidak. Juga dengan mengetahui hak atas dirinya buruh dapat mengajukan keadilan, juga menilai mana keadilan, dan ketidakadilan.
Maka hal tersebutlah, menurut saya penjelmaan pelindung sejati buruh. dengan kesadaran akan situasional dan haknya, buruh dapat bertahan dalam kerasnya persaingan dunia buruh. Pada akhirnya solusi terbaik untuk permasalahan tentang dunia buruh menurut saya adalah kesadaran akan buruh sendiri atas dunia buruh. Setelah kesadaran buruh terbentuk maka tahap selanjutnya, yang dapat dilakukan adalah pemerataan upah serta perlindungan hak-hak mereka yang belum tergolongkan dari undang-undang yang telah ada.
Mari kita berpikir secara radikal tentang dunia buruh, karena mau tidak mau kita semua adalah calon buruh. Dengan mengetahui hak-hak ataupun undang-undang yang berlaku dalam dunia buruh, terkhusus bagi calon buruh merupakan jalan satu-satunya untuk menyelamatkan diri dari buasnya dunia buruh.






