Untuk para Biksu, para Pendeta, bahkan Lelaki Penggenggam Hujan Muhammad.
Apa yang mereka lewatkan soal kebijaksanaan?
Kotak amal yang kepenuhan?
Pelacur kelaparan?
Cinta ibu yang masokis?
Saya pun mengetahui, bahwa masih banyak yang tidak sanggup mereka jawab dengan upah dakwah mereka yang mereka gunakan untuk menyumpal Tuhan.
Untuk segalanya mari kita hentikan perayaan.
Kita sendirian dulu saja.
Kita pulangkan dulu beberapa bayangan rencana 5 tahun kedepan.
Toh Gunung tidak akan berpindah, walau hutan sudah tidak lagi hijau.
Toh laut masih biru walau airnya mengeruh oleh air mani kerakusan masal,
Toh cinta masih ada walau begitu terkalkulasi dan separuhnya mati luruh seluruh.
Mari tetap hidup.
Semicolon

Apa reaksimu atas tulisan ini?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0







